Modelling The Introduction of Wolbachia Into Aedes Aegypti Mosquitoes to Reduce Dengue Transmission

Meksianis Zadrak Ndii, Roslyn I Hickson, Geoffry N Mercer

Abstract

Infecting Aedes aegypti mosquitoes with the bacteria Wolbachia has been proposed as an innovative new strategy to reduce the transmission of dengue fever. Field trials are currently being undertaken in Queensland, Australia. However, few mathematical models have been developed to consider the persistence of Wolbachia- infected mosquitoes in the wild. This paper develops a mathematical model to determine the persistence of Wolbachia-infected mosquitoes by considering the competition between Wolbachia-infected and non-Wolbachia mosquitoes. The model has four steady states that are biologically feasible: all mosquitoes dying out, only non-Wolbachia mosquitoes surviving, and two steady states where non-Wolbachia and Wolbachia- infected mosquitoes coexist. The stability of the steady states is determined with respect to the key parameters in the mosquito life cycle. A global sensitivity analysis of the model is also conducted. The results show that the persistence of Wolbachia-infected mosquitoes is dominated by the reproductive rate, death rate, maturation rate and maternal transmission. For the parameter values where Wolbachia persists, it dominates the population, and hence the introduction of Wolbachia has great potential to reduce dengue transmission.

doi:10.1017/S1446181112000132

Keywords
Wolbachia, Aedes aegypti, dengue, mathematical model, sensitivity analysis, stability.

ANZIAM Journal, ISSN 1446-8735
Copyright Β© Australian Mathematical Society 2012
doi: 10.1017/S1446181112000132
Published online: Oct 2012

8 Jurusan Paling Top untuk 2022

image

KAMU yang masih sekolah mungkin belum memikirkan akan bekerja sebagai apa, atau bahkan memikirkan kuliah. Tetapi di dunia yang penuh kompetisi ini, tidak pernah terlalu dini untuk mulai memikirkan masa depan kita.Β  Terutama mengingat biaya kuliah akan tetap mahal.

Belum lagi dunia kerja yang belum sepenuhnya percaya akan sistem pendidikan online, dan masih menganggap penting gelar yang dimiliki seseorang. Jadi, belajar di perguruan tinggi akan menjadi sebuah persiapan karier yang penting dalam satu dekade mendatang.

Tidak peduli pilihan kariermu, ada dua hal penting yang perlu kamu pelajari. Pertama adalah bahasa asing, dan kedua adalah kemampuan menguasai program komputer. Kemampuan ini menjadi penting di era perubahan ekonomi yang cukup cepat. Sebab apa pun yang kamu lakukan, komputer pasti akan selalu dilibatkan.

Dan dalam sepuluh tahun mendatang, program-program studi inilah yang perlu kamu pertimbangkan untuk menjadi pilihan kuliahmu, seperti dilansir Forbes, Jumat (11/5/2012).

Matematika

Cetak biru masa depan akan ditulis dalam bahasa matematis yang secara virtual mendasari semua aspek masa depan. Data-data matematis ini akan menjadi bagian dalam bisnis, termasuk juga tuntutan untuk memahami dan mengaplikasikan data tersebut. Di sinilah peran matematikawan.

Robotika

Penggunaan teknologi robotika dalam berbagai bidang industri akan menuntut kehadiran tenaga-tenaga kerja handal dalam bidang robotika, baik dalam bidang pemograman maupun teknik robotikanya itu sendiri.

Teknik agrikultur

Makanan masa depan akan menjadi tantangan besar bagi seluruh umat manusia. Di tengah perubahan iklim danΒ  pertumbuhan populasi yang pesat, orang mulai berpikir adalah ide bagus untuk menanam tumbuhan di gurun, persediaan air akan menjadi langka, dan jumlah tanah yang tersedia untuk pertanian akan menyusut.

Sementara, seiring semakin banyaknya negara kaya, mereka juga menuntut harga yang lebih tinggi dengan makanan yang lebih enak. Tuntutan-tuntutan ini merupakan tantangan besar dalam sistem agrikultur dan mengarahkan perkembangan Teknik Agrikultur. Para sarjana Teknik Agrikultur juga akan bertambah, mereka bertugas mengembangkan cara-cara lebih baik dan berkelanjutan untuk menumbuhkan tanaman sesuai kebutuhan dunia.

Manajemen hospitalitas

Di tengah dunia yang makin virtual, restoran dan klub, menjadi tempat suci bagi mereka yang mengharapkan kontak personal secara nyata. Tetapi seiring makin kompetitifnya pasar, ada pertambahan permintaan bagi mereka dengan kemampuan untuk mendorong industri restoran.

Kesehatan dan bioteknologi

Industri perawatan kesehatan diperkirakan akan terus mendominasi pertumbuhan ekonomi seiring menuanya seseorang dan meningkatnya angka harapan hidup. Di saat yang sama, banyak penyakit mulai kebal pada antibiotik, dan makin banyak industri memproduksi obat-obatan yang makin ramah lingkungan dan berefek samping minim bagi manusia.

Berbagai tantangan ini menawarkan potensi karier yang menjanjikan dalam bidang bioteknologi, terutama seiring makin murahnya alat-alat penelitian dalam bidang ini. Peneliti dalam bidang bioteknologi akan menyembuhkan penyakit dan membersihkan “kekacauan” yang diciptakan para ilmuwan di tahun-tahun sebelumnya. Dan kebutuhan akan dokter dan perawat pun akan terus tumbuh.

Teknik kuantum

Selama ratusan tahun, fisikawan memfokuskan penelitian pada mekanika kuantum yang cenderung menjadi abstraksi matematika ketimbang deskripsi realitas. Hal ini berubah dengan penemuan baru tentang dampak konsep ini pada nanoteknologi hingga proses bioteknologi.

Perkembangan teknologi untuk membantu aksi mekanika kuantum ini pun diiringi dengan kebutuhan akan para spesialis yang mampu mengaplikasikan efek mekanika kuantum ke dalam barang-barang elektronik dan produk lainnya.

Desain cetak 3-D

Bidang ini dengan cepat menjadi mainstream seiring aplikasinya yang tidak terbatas, mulai dari bidang manufaktur hingga arsitektur. Poin lainnya, biaya produksi cetak tiga dimensi kian berkurang secara signifikan. Kondisi ini berarti, kebutuhan tenaga kerja yang menguasai desain cetak tiga dimensi sangat potensial di masa depan.

Teknik penerbangan luar angkasa

Era 2020-an adalah dekade ketika kita akan melihat perjalanan luar angkasa menjadi nyata. Bidang ini meliputi segala bidang teknik, dari desain roket dan pesawat luar angkasa hingga desain satelit dan lingkungan nol gravitasi.

Penguasaan teknologi-teknologi tersebut tidak hanya menjadi dasar ilmu sains luar angkasa, tetapi juga akan mengembangkan industri-industri perjalanan wisata luar angkasa hingga penambangan asteroid. Kebutuhan para ahli teknologi penerbangan luar angkasa pun akan meroket. (rfa)

Sumber:  okezone.com

Launching Database Alumni Matematika FST Undana

image

Finally, tersedia form database bagi alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana.
Database berbasis web ini dirancang oleh mas bro Mekos, alumni angkatan 2003, lewat sebuah saran alternatif yang saya temukan ketika berkelana di dunia internet.
Perlu dicatat bahwa pembuatan database alumni ini hanya memerlukan waktu semalam saja.
Salut untuk mas bro Mekos… πŸ˜‰

Dengan realitas keterpisahan jarak antar alumni maka memang sudah selayaknya database alumni tersedia pada tempat yang mudah dijangkau dan mudah diakses. Demikianlah akhirnya database ini dirancang agar dapat diakses dan diisi secara langsung oleh masing-masing alumni secara individual, kapan saja dan dimana saja asal memiliki jaringan internet yang memadai, bahkan dapat diakses melalui handphone maupun ipad yang berinternet.

Database ini tersedia pada sebuah situs khusus yang hanya diperuntukkan bagi pengisian dan validasi data alumni.
Database ini wajib diisi oleh semua Alumni, dengan melakukan entri identitas secara perorangan.
Caranya adalah sebagai berikut :

1. Masuk ke halaman
http://ilmaths.blogspot.com/

2. Lakukan sign in dengan mengisi:
Email address : dickyne@ymail.com
Password : alumni2003

image

Form Sign In

3. Melakukan pengisian pada formΒ  “FORMULIR ISIAN DATABASE“.

image

Contoh form ISIAN DATABASE

4. Setelah selesai melakukan pengisian maka klik “submit” agar data tersimpan.

5. Database alumni bersangkutan telah tersedia. Jika ingin melihat laporan hasil pengisian maka dapat masuk ke form “LAPORAN DATABASE ALUMNI“. Dibutuhkan verifikasi saat masuk oleh karena itu lakukan “sign in” dengan email dan password yang sama pada langkah kedua.
Untuk menjaga privasi dan keamanan maka beberapa kolom identitas (Telp, email, alamat, alamat fb, dan agama) tidak ditampilkan. Jika dibutuhkan maka silahkan menghubungi admin (kedua nama dibawah).

image

Jika selesai input maka kolom data akan berisi identitas alumni bersangkutan

Demikian yang dapat kami sampaikan. Diharapkan agar semua Alumni dapat berpartisipasi dalam melakukan input data pribadi ke dalam form database alumni ini. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Mekos
atau Dhan (Klik saja nama dan inbox).

Terima kasih.
Salam
IL-Maths

Matematika: apa, bagaimana, dan mau jadi apa? (Kutipan)

What’s so good about math?

Ilmu ini sering dikaitkan dengan sesuatu yang rumit, hanya berhubungan dengan angka-angka, dan tidak prospektif. Mungkin hal-hal tersebut yang menyebabkan orang menjauhi jurusan matematika. Buktinya? Pertanyaan yang sering terlontar ke saya setelah orang bertanya “ambil jurusan apa kuliahnya?” dan saya jawab “Matematika” adalah “wah hebat ya, susah banget tu, mau jadi dosen ya?”. Ya, kuliah di matematika terlihat begitu sulit dan sering dikaitkan dengan jenis pekerjaan dosen atau guru, untungnya masih ada sedikit pujian: dibilang hebat, hehe… πŸ™‚ (padahal cuma mau nyenengin doank kayaknya.. :p). Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman kuliah di Departemen Matematika UI, seperti apa tempatnya, apa saja yang dipelajari di sana, dan mau jadi apa setelah lulus nanti. Lihat bagaimana lulusan matematika dapat bersaing dengan baik dan sukses di dunia kerja. Stay tuned… πŸ™‚

Introducing: Mathematics Department, University of Indonesia

Departemen Matematika UI didirikan pada tahun 1961 bersama-sama dengan Departemen Fisika, Kimia, dan Biologi di bawah Fakultas MIPA. Pada waktu itu Departemen Matematika masih menempati kampus UI Salemba, baru kemudian di tahun 1987 (sama dengan tahun kelahiran saya πŸ˜€ ) pindah ke kampus UI Depok dan menempati gedung berlantai 4. Departemen Matematika merupakan salah satu program studi yang menerima dana QUE (Quality for Undergraduate Education) sebesar US$ 1.6 juta. Fasilitas yang ada di sana antara lain adalah laboratorium komputer, perpustakaan, dan auditorium. Ketika saya lulus, Departemen Matematika sedang memindahkan dan memperbaiki laboratorium komputer dan perpustakaannya ke gedungnya yang berlantai 4 yang sebelumnya berada di gedung yang terpisah.

Di tahun-tahun awal perkuliahan, kita akan mempelajari mata kuliah dasar seperti matematika dasar, matematika diskrit, aljabar linier, statistika elementer, dan perkuliahan umum seperti agama, bahasa Indonesia, dan (yang saya paling tidak suka) mata kuliah wajib dari Fakultas MIPA seperti fisika, biologi, dan kimia. Ya, kami masih harus mengambil mata kuliah jurusan lain tersebut karena (katanya) kita mahasiswa MIPA harus mengerti tentang ilmu alam lainnya…. baiklaaah, saya nurut saja kalau begitu, Pak..

Masa-masa yang paling enak adalah ketika kita sudah memasuki tahun ke-3, karena di tahun tersebut kita sudah boleh mengambil mata kuliah pilihan yang sesuai dengan minat kita. Peminatan di Departemen Matematika UI ada 5, yaitu:

1.   Murni
    Matematika murni mempelajari berbagai teori matematika secara mendalam. Menurut saya ini yang paling susah diantara semuanya karena berbagai ilmu matematika murni yang rumit akan dipelajari disini, makanya saya selalu salut kepada teman-teman yang mengambil peminatan murni. Bagi saya mereka sangat hebat.. πŸ˜€ Tapi jangan salah, lulusan murni mempunyai prospek kerja yang bagus seperti yang akan saya jelaskan di bawah.

2.  Statistika
    Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Disini kita akan mempelajari berbagai ilmu statistika yang sangat seru seperti analisis data, teknik sampling, time series, multivariat, dll. Ini peminatan yang saya ambil! πŸ™‚

3. Komputasi
    Kuliah komputasi sangat menarik untuk dipelajari karena disini kita akan belajar bagaimana ilmu matematika diaplikasikan ke dalam bidang komputer. Sejatinya, berbagai ilmu komputer berasal dari ilmu matematika, maka mahasiswa matematika akan mendapatkan keuntungan ketika mengambil kuliah tersebut dalam hal logika komputasi yang sudah terbentuk dengan baik.

4. Aktuaria
    Bagi yang bercita-cita untuk menjadi aktuaris, maka ini adalah pilihan yang cocok. Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu matematika, keuangan, dan teori statistika untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Salah satu pekerjaannya adalah bagaimana menentukan rate premi asuransi.

5. Riset operasi
    Riset operasi adalah cabang interdisiplin dari matematika terapan dan sains formal yang menggunakan model-model matematika dan statistika untuk mendapatkan nilai optimal atau nyaris optimal pada sebuah masalah yang kompleks. Riset operasi bertujuan membantu manajemen mendapatkan tujuannya melalui proses ilmiah.

Bagaimana, wawasan tentang matematika sudah cukup terbuka bukan?

Mathematics, what you gonna be???

Nah, kembali ke percakapan dua manusia di awal artikel ini tentang kuliah di matematika, kesan yang muncul dari lulusannya adalah seorang dosen/guru. Well, dosen dan guru adalah pekerjaan yang mulia dan sangat bagus menurut saya karena bisa menyebarkan ilmu yang kita miliki dan merupakan salah satu dari 3 amal jariah yang pahalanya tak akan pernah terputus. Saya sendiripun memiliki cita-cita untuk menjadi dosen/guru suatu saat nanti. Namun perlu diingat bahwa kuliah di jurusan matematika tidak hanya bertujuan untuk membentuk seseorang menjadi seorang dosen/guru.

Bidang pekerjaan matematika sangat luas, hampir seluruh ilmu lainnya membutuhkan matematika. Matematikawan dari bidang murni dapat menjadi seorang dosen dan peneliti untuk memecahkan permasalahan bisnis, pendidikan, dan industri. Statistikawan dapat menjadi seorang peneliti yang menganalisa hasil eksperimen dan survey. Ahli komputer lulusan matematika dapat menjadi pengembang software yang kini merupakan salah satu bisnis yang sangat prospektif di Indonesia dan dunia. Aktuaris saat ini sangat dibutuhkan dan sangat dicari oleh perusahaan asuransi untuk menghitung premi dan memaksimumkan keuntungan perusahaan asuransi. Trekahir, ahli riset operasi dapat bekerja membantu manajemen perusahaan untuk mendapatkan keuntungan maksimal dan risiko minimal melalui proses ilmiah.

CareerCast meniliti tentang 200 pekerjaan terbaik dan terburuk di Amerika tahun 2010 berdasarkan 5 kategori utama, yaitu tingkat pendapatan, prospek pekerjaan, lingkungan kerja, tingkat stress, dan tuntutan fisik. Penelitian tersebut menggunakan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika, Sensus, dan Studi Asosiasi Dagang. Berikut adalah ranking teratas dari 200 pekerjaan yang diteliti:

image

Rangking tersebut juga dapat dilihat secara rinci di Forbes. Dapat dilihat bahwa 5 dari 10 pekerjaan teratas berasal dari jurusan matematika! Pekerjaan tersebut adalah aktuaris, pengembang software, analis sistem komputer, matematikawan, dan statistikawan. Tapi itu kan di Amerika, bagaimana dengan Indonesia?? Jangan salah, banyak lulusan matematika yang bekerja sebagai aktuaris, analis, dan statistikawan di perusahaan asuransi dan bank ternama di Indonesia. Standard gaji mereka pun tidak kalah dengan lulusan dari jurusan lainnya. Sekadar info, misalkan untuk aktuaris, ketika kita sudah mendapatkan gelar FSAI (gelar profesi puncak aktuaria), gaji yang didapatkan bisa mencapai 50-100 juta rupiah. Namun untuk mendapatkan gelar tersebut tidak mudah, dibutuhkan perjuangan yang berat. Mungkin baru ada 100 orang yang seperti itu di Indonesia, makanya gaji yang ditawarkan sangat tinggi.

Bagaimana kawan? Wawasan kita tentang matematika sudah terbuka bukan? Mulai saat ini janganlah mengangap sebelah mata bidang apapun, karena semuanya pasti ada kelebihan yang tidak semua orang ketahui. Bagi yang masih pikir-pikir untuk mengambil jurusan matematika janganlah ragu, bagi yang sudah mengambil tetaplah semangat menuntut ilmu yang indah ini, dan bagi yang sudah sukses jangan lupakan kami yang masih berjuang untuk sukses disini… πŸ™‚

Bonus untuk pembaca, terimalah hadiah dari matematika: buka situs wolframalpha, kemudian masukkan persamaan berikut ke dalam kotak pencarian di sana: x^2 + (y – sqrt(abs(x)))^2 = 1
grafik apakah yang muncul?

Sumber:  http://amriilmma.blogspot.com/2010/08/matematika-apa-bagaimana-dan-mau-jadi.html?m=1

Jurusan Matematika Termasuk Jurusan dengan Gaji Terbesar (Preview Buku “7 Jurusan Bergaji Besar”)

image

Jakarta (ANTARA News) – Anggapan keliru memilih jurusan masuk ke perguruan tinggi seringkali berubah menjadi “mitos” yang akhirnya malah lebih dipercaya kebenarannya meski acapkali tidak didasarkan sebuah fakta.

Sebagai contoh ada anggapan bahwa sarjana matematika hanya bisa bekerja sebagai guru dan atau lowongan pekerjaan terbatas lainnya karena anggapan matematika masuk kategori ilmu murni bukan ilmu terapan.

Tidak heran bila peminat ke jurusan ilmu-ilmu murni dari tahun ke tahun menunjukkan angka yang relatif kecil. Sebuah survei menyebutkan lebih dari 50 persen mahasiswa ternyata merasa salah memilih jurusan di perguruan tinggi.

Bahkan seorang pakar psikolog yang sudah memberikan tes bakat dan minat serta konsultasi kepada sebanyak 20 ribu mahasiswa baik siswa maupun orang tua, menyebut angka 87 persen pelajar bingung dalam memilih jurusan.

Hasil survei tersebut kemudian menggelitik pasangan suami istri Ina Liem dan Budi Prast yang lama berkecimpung di dunia pendidikan untuk menyusun buku yang diharapkan dapat memberikan panduan bagi siswa dan orang tua dalam menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi secara tepat.

Pasangan penulis buku: “7 Jurusan Bergaji Besar”, ingin mematahkan mitos soal penilaian yang kurang pas untuk sejumlah jurusan di perguruan tinggi yang justru bisa menghasilkan gaji besar dan pilihan peluang pekerjaan yang lebih banyak.

“Kami melihat baik siswa maupun guru seringkali mengikuti pertimbangan konvensional dalam menentukan dan membimbing siswa menentukan jurusan. Sebenarnya ide menyusun buku ini sudah ada sejak 6 tahun lalu, namun bukunya sendiri baru selesai tahun 2013 dan siap diperjualbelikan”, ujar Ina Liem yang selama ini bekerja untuk La Trobe University (Australia) sebagai “in country manager“.

Selama setahun itu, sepasang suami istri itu secara maraton mengumpulkan sekitar 2.500 artikel tentang pendidikan sebagai referensi, sekaligus mencari calon narasumber.

Beruntung, Ina yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia pendidikan sebagai konsultan pendidikan, membuatnya akrab dengan sejumlah lembaga pendidikan.

Ina dan Budi juga mengadakan penelitian kecil-kecilan, yakni dari 50 responden yang diwawancara, lebih dari 50 persennya mengaku salah memilih jurusan di perguruan tinggi.

Mereka merasa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga tidak berkembang dan sulit mengikuti pelajaran. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya informasi yang diterima siswa mengenai program-program studi yang ada di perguruan tinggi dan juga bagaimana prodi tersebut memiliki peluang kerja yang baik.

“Rata-rata informasi hanya dari brosur, atau rekomendasi orang-orang terdekat yang belum tentu cocok dengan dirinya,” katanya.

Menurut dia, siswa harus sudah diberi pengenalan pada minat dan bakatnya sejak masih duduk di sekolah menengah.

Sistem tes minat dan bakat yang ada di sekolah juga harus ditingkatkan kualitasnya. Selain itu, pengenalan program studi PT saat di SMA juga dinilai masih sangat dangkal.

“Banyak jurusan yang kemudian menjadi sepi peminat karena banyak siswa yang tidak tahu peluang berkarya di bidang itu ternyata sangat besar dan bagus. Jurusan matematika, misalnya, tidak harus menjadi guru,” tambahnya.

Tanpa disadari atau tidak, di era globalisasi saat ini, mulai bermunculan karir atau profesi baru yang tidak kita kenal sebelumnya di era 1980 atau 1990.

Masyarakat awam belum tentu mengenal profesi “search engine optimization consultant”, “social media strategist”, “Syariah banker”, “financial planner”, “aktuaris”, “game programmer”, dan masih banyak lagi.

Menurut Ina lulusan matematika saat ini bisa unjuk gigi baik dari sisi mudahnya mendapat job maupun besarnya imbalan.

“Tidak hanya menjadi guru saja tetapi lulusan matematika ternyata bisa dibutuhkan di bidang penerbangan.

Mereka memiliki kemampuan untuk menentukan berapa lama waktu delay pada pesawat dan memprediksi jumlah antrean yang bisa terjadi saat terjadi delay,” ungkapnya.

Sarjana matematika, ujarnya mendapat pengetahuan tentang teori antrean. Mereka bisa menghitung berapa banyak antrean bisa terjadi jika delay sekian menit.

Kalau ada maskapai yang calon penumpangnya sampai mengantre panjang, pasti belum mempekerjakan sarjana matematika, gurau Ina.

Ia memberi contoh lainnya, seorang sarjana aktuaris, ternyata sangat dibutuhkan perusahaan asuransi. Walaupun memang, jurusan aktuaris belum ada di Indonesia.

Tapi sarjana lulusan ini akan sangat dicari perusahaan asuransi untuk menghitung prospek seorang klien asuransi dan berapa besar premi yang bisa perusahaan asuransi keluarkan untuk masing-masing klien.

Jadi sebenarnya, lanjut dia, kadang informasi juga tidak hanya kurang bagi calon mahasiswa, tapi juga perusahaan. Sehingga, perusahaan bingung ketika merekrut pegawai di luar yang mereka pahami jurusannya.

Ina dan Budi ingin menjadikan buku ini sebagai referensi yang masih jarang ditulis oleh para penulis buku di tanah Air. “Kami berdua punya “passion” yang sama,maka jadilah buku ini yang kami persembahkan untuk pelajar Indonesia”, ujar Budi Prast.

Tujuh Jurusan

Menurut Ina Liem, ada tujuh jurusan yang dapat dijadikan pilihan melanjutkan pendidikan tinggi.

Tujuh jurusan ini diyakini mampu menunjang masa depan yang cerah karena bisa menuai penghasilan besar bagi lulusannya.

“Semua pekerjaan memang bisa mendapat gaji besar jika dirintis dengan benar. Tapi, untuk fresh graduate yang ingin mendapat gaji besar, tujuh jurusan ini bisa mewujudkannya,” kata.

Jurusan pertama yang mampu menghasilkan gaji besar adalah jurusan Matematika yang membuka peluang untuk dapat bergabung dengan perusahaan besar kelas internasional dan berpotensi menjadi pakar analisa.

Jurusan kedua adalah Teknik Informatika (Information Technology-IT).

Selanjutnya, Teknik Kimia. Meski tidak terlalu populer, namun jurusan ini banyak diincar perusahaan produsen “consumer good”, seperti produksi pasta gigi, sabun, kosmetika, cat tembok, hingga bahan makanan dan minuman yang melibatkan keahlian lulusan Teknik Kimia.

Empat jurusan berikutnya, yakni manajemen, geologi, teknik pertambangan dan teknik perminyakan memang tidak dipungkiri mampu menghasilkan uang berlimpah bagi para lulusannya.

Ina Liem dan Budi menyadari bahwa masyarakat Indonesia belum termasuk kategori “gemar membaca”, sehingga dalam buku tersebut banyak diselipkan gambar, ilsutrasi, foto, tabel berdesain warna warni agar isinya tidak melulu huruf dan kata-kata.

Disajikan dalam bahasa ringan dan populer diharapkan pembaca dari usia muda hingga dewasa dapat menikmati halaman demi halaman dari buku tersebut.

Buku “7 Jurusan Bergaji Besar”, bukan menjadi buku pertama dan terakhir bagi pasangan suami istri tersebut, namun Ina berharap dalam waktu dekat akan muncul buku-buku sejenis yang mengupas jurusan-jurusan di perguruan tinggi yang layak dibaca sebelum menentukan pilihan sehingga siswa dan orang tua menjadi lebih terarah.

Buku ini layak dan menarik untuk dibaca karena berisi testimoni praktisi, alumni, mahasiswa yang telah sukses saat memilih jurusan di perkuliahan karena bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai latar belakang pendidikan dengan gaji yang diperoleh di atas rata-rata.

Sumber:  ANTARA News (Zita Meirina)